Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Thursday, October 18, 2012

Susu Kambing Etawa

Susu Kambing Etawa merupakan salah satu susu yang bisa dikatakan hampir setara dengan ASI dalam segi nutrisi dan gisi. Dibanding susu sapi maupun susu kedelai, susu kambing lebih besar gizi dan nutrisi. Maka tidak dipungkiri kalau Susu Kambing bisa mengatasi berbagai keluhan penyakit-penyakit. Nah, apa manfaat mengonsumsi susu kambing?
Susu Kambing Etawa Bubuk Organik
Berikut ini adalah beberapa Manfaat Susu Kambing Etawa apabila kita mengonsumsinya.
  1. Mempunyai sifat antiseptik,Alami dan bisa membantu menekan pembiakan bakteri dalam tubuh. Hal ini di sebabkan adanya Flourin yang kadarnya 10-100 kali lebih besar dari pada susu sapi.
  2. Bersifatbasah (Alkaline Food) sehingga aman bagi tubuh.
  3. Proteinnya lembut dan efek laktasenya ringan, sehingga tidak menyebabkan diare.
  4. Lemaknya mudah di cerna karena mempunyai tekstur yang lembut dan halus lebih kecil dibandingkan dengan butiran lemak susu sapi atau susu lainya. Dan juga bersifat Homogen alami. Hal ini mempernudah untuk di cerna sehingga menekan timbulnya reaksi-reaksi alergi.
  5. Dengan adanya sodium (Na),Fluorin(F),Kalsium(C),dan Fosfor(P)Sebagai elemen kimia yang dominan serta kandungan nutrisi lainya,Maka susu kambing berkhasiat:
  6. Menambah Vitalitas dan daya tahan tubuh.
  7. Mengatasi masalah impotensi dan gairah seksual, Baik bagi pria maupun wanita.
  8. Mempunyai efek anti kanker
  9. Membantu pencernaan dan mentralisir asam lambung.
  10. Menyembuhkan reaksi-reaksi alergi pada kulit, Saluran nafas dan pencernaan.
  11. Menyembuhkan untuk therapy beberapa penyakit paru-paru, Seperti Astma, TBC, serta infeksi akut lainya pada paru-paru.
  12. Menyembuhkan kelainan ginjal, Seperti Nepbrotic Syndrom infeksi-infeksi Ginjal dan asam urat tinggi.
  13. Kandungan kalsium (Ca)yang tinggi dapat membantu menyembuhkan rematik dan mencegah kerapuhan tulang(Osteoporosis)
Mungkin bagi anda yang ingin mengkonsumsi Susu Kambing Etawa, anda dapat membelinya di peternak atau distributor susu kambing etawa yang ada saat ini. Atau jika anda ingin mengembangkan usaha susu kambing etawa, anda dapat mengembangkannya melalui sebuh peternakan kambing etawa yang anda rawat secara khusus.

Jual Susu Kambing Etawa Seluruh Indonesia

1. Bionutri-E
Susu Kambing Etawa Bubuk Organik Bionutri-E
Bionutri-E adalah produk Susu Kambing Etawa Bubuk Organik yang tidak jauh berbeda dengan Susu GMP Nutri. Terbuat dari susu kambing etawa yang di budidayakan secara organik dan diolah sedemikian rupa dengan proses pengolahan yang higienis untuk menjaga manfaat yang besar bagi kesehatan tubuh kita.
2. GMP Max
GMP Max 
GMP Max merupakan ramuan herbal bermanfaat hebat, kombinasi dari produk-produk herbal yang masin-masing berkontribusi maksimal, sehingga memberikan manfaat yang dasyat tanpa menimbulkan efek samping bagi metabolisme tubuh. kandungan utama GMP-MAX adalah: Susu Kambing Etawa, Kopi Robusta, Tribulus, Teresis, Ginseng dan MACA dan Jahe Merah. 

3. GMP Original
GMP Original
Susu GMP Nutri Original diolah dari bahan Susu Kambing Etawa pilihan yang telah melalui proses seleksi, dan diolah secara higienis sehingga tidak mengurangi khasiat utama dari Susu Kambing. Dengan campuran gula jagung asli, Susu GMP Nutri Original sangat nikmat disajikan tanpa menambahkan gula tebu. Sehingga bagi penderita Diabetes tidak khawatir lagi untuk menikmati Susu Kambing.


4. GMP Coklat
GMP Coklat
GMP Coklat adalah salah satu jenis produksi Susu kambing etawa kami yang telah merebak luas pasaran di Indonesia, dengan tingkat Jual Gmp yang sangat tinggi, dan kini hadir dengan rasa coklat alami sebagai variasi dari produk Susu Kambing GMP.

Itulah sedikit informasi tentang jasa Susu Kambing Etawa. Jika anda berminat hubungi kontak dibawah ini. Salam sehat bersama Susu Kambing Etawa.
BERMINAT MENJADI MITRA AGEN / DISTRIBUTOR KAMI?
Distributor Susu Kambing Etawa
ANDI SETYOKO
Jalan Cenderawasih no.8, Ngambak Kalang Bekonang, Mojolaban Sukoharjo
eMail : ndyteen@gmail.com
Phone : 085.746.654.732
BB PIN : 33046ADD
Website : susukambing.info
Order segera untuk mendapatkan Harga Spesial Pembelian Susu Kambing Etawa
Jangan percaya isi website ini sebelum anda merasakan dan membuktikan. Sekaranglah saatnya membuktikan, SEGERA

    Wednesday, August 25, 2010

    The Basic of Cord Blood Banking

    There is still so less information about what a cord blood bank, when there are those who have already had their own “savings”! The aim of this article is to share about a few basic information related to the cord blood banking.

    What is a cord blood bank?

    A cord blood bank is a facility almost like a blood bank, the differences is that it stores umbilical cord blood that is obtained just after a child is born. The cord blood is collected after the umbilical cord has been cut and is extracted from the fetal end of the cord. The extracted volume range from 75 to 100 ml. It is usually done within 10 minutes of giving birth.


    Why takes cord blood?

    The cord blood is not the same as ordinary blood, it contains hematopoietic stem cells which is the progenitor cells that can form red blood cells, white blood cells and platelets. Thus, the cord blood cells are currently used to treat blood and immune system related genetic diseases, cancers and blood disorders.

    Even so, it must be realized that cord blood is unlike stem cells. Stem cells is characterized by the ability to renew themselves and can form diverse range of cells, unlike the cord blood that can only form blood cells.

    The benefits of the cord blood?

    As it has been explained above, the cord blood contains hematopoietic cells, thus it can be transplanted to treat diseases of blood,such as:

    * baby cordLeukemia
    * Non-Hodgkin lymphoma
    * Hodgkin disease
    * Thalassemia
    * Sickle cell anemia
    * Fanconi’s anemia
    * Sever combined immune deficiency
    * Anaplastic anemia
    * Neuroblastoma

    Using the cord blood that's less-than-completely matched human leukocyte antigen in treating those patients possibly less risky in terms of causing graft-vs-host disease than mismatched cells from either a related or unrelated donor.

    Yet, the gene-therapy research involving modification of autologous cord blood stem cells for treatment of childhood genetic disorders remains experimental at present even if it may ultimately prove to be beneficial in later years.

    To save or not to save?

    So far, there are no universal guidelines on getting an “investment” in the cord blood banking. The American Academy of Pediatrics, the AAP on 2007 has issued some guidance and recommendations that you can used. These specific recommendations are:

    Parents who are encouraged to donate their child’s cord blood are those who have an older child with a condition that could benefit from transplantation thus, allowing immediate possible donation to a first-degree relative.

    Physicians involved in procurement of cord blood should be aware of cord blood collection, processing, and storage procedures as set forth in the guidelines.

    Informed consent is of the utmost importance. Physicians should provide accurate information about the potential benefits and limitations of allogeneic and autologous cord blood banking and transplantation and they also have to consider about the possible emotional vulnerability of pregnant women and their families and friends. It is important to be sure that the decision is not made under duress.

    Parents who wish to store their children’s cord blood are strongly advised to search for details information about the facilities, i.e. the national accreditation standards developed by the Foundation for the Accreditation of Cellular Therapy (FACT), the US Food and Drug Administration (FDA), the Federal Trade Commission, and similar state agencies in the corresponding countries.

    Heretofore, it is more bucked up to donate those cord blood to the public cord blood bank rather investing them in of the private bank. However, this public cord blood bank perhaps inaccessible for few countries. Therefore, in this case highly recomended to consult with the physicians or pediatricians about using the private cord blood facilities.

    Finally, the question of whether one should have this kind of “saving” or not, can't be easily answered. The decision, after all, is back to the parents themselves in spite of whatever the physicians have recommended. Yet seeing that these cord blood savings are not cheap, therefore, it is wise if think it more carefully before make a decision.

    Monday, July 5, 2010

    ASKEP ISPA

    Asuhan Keperawatan (ASKEP) INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)

    1. PENGERTIAN ISPA

    ISPA merupakan infeksi saluran pernapasan yang berlangsung sampai 14 hari. Saluran pernapasan meliputi organ mulai dari hidung sampai gelembung paru, beserta organ-organ disekitarnya seperti : sinus, ruang telinga tengah dan selaput paru.

    ISPA meliputi saluran pernapasan bagian atas dan saluran pernapasan bagian bawah.

    Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan bersifat ringan, misalnya batuk pilek dan tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotik. Namun demikian jangan dianggap enteng, bila infeksi paru ini tidak diobati dengan antibiotik dapat menyebabkan anak menderita pneumoni yang dapat berujung pada kematian.

    Menurut Program Pemberantasan Penyakit (P2) ISPA, penyakit ISPA dibagi menjadi dua golongan yaitu pneumonia dan yang bukan pneumonia.

    Pneumonia dibedakan atas derajat beratnya penyakit yaitu pneumonia berat dan pneumonia tidak berat. Penyakit batuk pilek seperti rinitis, faringitis, tonsilitis dan penyakit jalan napas bagian atas lainnya digolongkan sebagai bukan pneumonia.

    Etiologi dari sebagian besar penyakit jalan napas bagian atas ini ialah virus dan tidak dibutuhkan terapi antibiotik. Faringitis oleh kuman Streptococcus jarang ditemukan pada balita. Bila ditemukan harus diobati dengan antibiotik penisilin, semua radang telinga akut harus mendapat antibiotic.

    ISPA dapat ditularkan melalui air ludah, darah, bersin, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat kesaluran pernapasannya.

    Kelainan pada sistem pernapasan terutama infeksi saluran pernapasan bagian atas dan bawah, asma dan ibro kistik, menempati bagian yang cukup besar pada area pediatri. Infeksi saluran pernapasan bagian atas terutama yang disebabkan oleh virus, sering terjadi pada semua golongan masyarakat pada bulan-bulan musim dingin.


    2. JENIS – JENIS ISPA

    Program Pemberantasan ISPA (P2 ISPA) mengklasifikasi ISPA sebagai berikut:

    • Pneumonia berat: ditandai secara klinis oleh adanya tarikan dinding dada kedalam (chest indrawing).
    • Pneumonia: ditandai secara klinis oleh adanya napas cepat.
    • Bukan pneumonia: ditandai secara klinis oleh batuk pilek, bisa disertai demam, tanpa tarikan dinding dada kedalam, tanpa napas cepat. Rinofaringitis, faringitis dan tonsilitis tergolong bukan pneumonia

    Berdasarkan hasil pemeriksaan dapat dibuat suatu klasifikasi penyakit ISPA. Klasifikasi ini dibedakan untuk golongan umur dibawah 2 bulan dan untuk golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun.
    Untuk golongan umur kurang 2 bulan ada 2 klasifikasi penyakit yaitu :
    • Pneumonia berada: diisolasi dari cacing tanah oleh Ruiz dan kuat dinding pada bagian bawah atau napas cepat. Batas napas cepat untuk golongan umur kurang 2 bulan yaitu 60 kali per menit atau lebih.
    • Bukan pneumonia: batuk pilek biasa, bila tidak ditemukan tanda tarikan kuat dinding dada bagian bawah atau napas cepat.

    Untuk golongan umur 2 bu~an sampai 5 tahun ada 3 klasifikasi penyakit yaitu :
    • Pneumonia berat: bila disertai napas sesak yaitu adanya tarikan dinding dada bagian bawah kedalam pada waktu anak menarik napas (pada saat diperiksa anak harus dalam keadaan tenang tldak menangis atau meronta).
    • Pneumonia: bila disertai napas cepat. Batas napas cepat ialah untuk usia 2 -12 bulan adalah 50 kali per menit atau lebih dan untuk usia 1 -4 tahun adalah 40 kali per menit atau lebih.
    • ukan pneumonia: batuk pilek biasa, bila tidak ditemukan tarikan dinding dada bagian bawah dan tidak ada napas cepat.

    3. TANDA – TANDA BAHAYA ISPA

    Pada umumnya suatu penyakit saluran pernapasan dimulai dengan keluhan-keluhan dan gejala-gejala yang ringan. Dalam perjalanan penyakit mungkin gejala-gejala menjadi lebih berat dan bila semakin berat dapat jatuh dalam keadaan kegagalan pernapasan dan mungkin meninggal. Bila sudah dalam kegagalan pernapasan maka dibutuhkan penatalaksanaan yang lebih rumit, meskipun demikian mortalitas masih tinggi, maka perlu diusahakan agar yang ringan tidak menjadi lebih berat dan yang sudah berat cepat-cepat ditolong dengan tepat agar tidak jatuh dalam kegagalan pernapasan.

    Tanda-tanda bahaya dapat dilihat berdasarkan tanda-tanda klinis dan tanda-tanda laboratoris.

    Tanda-tanda klinis ISPA

    • Pada sistem respiratorik adalah: tachypnea, napas tak teratur (apnea), retraksi dinding thorak, napas cuping hidung, cyanosis, suara napas lemah atau hilang, grunting expiratoir dan wheezing.

    • Pada sistem cardial adalah: tachycardia, bradycardiam, hypertensi, hypotensi dan cardiac arrest.

    • Pada sistem cerebral adalah : gelisah, mudah terangsang, sakit kepala, bingung, papil bendung, kejang dan coma.

    • Pada hal umum adalah : letih dan berkeringat banyak.


    Tanda-tanda laboratoris ISPA

    • hypoxemia,

    • hypercapnia dan

    • acydosis (metabolik dan atau respiratorik)

    Tanda-tanda bahaya pada anak golongan umur 2 bulan sampai 5 tahun adalah: tidak bisa minum, kejang, kesadaran menurun, stridor dan gizi buruk, sedangkan tanda bahaya pada anak golongan umur kurang dari 2 bulan adalah: kurang bisa minum (kemampuan minumnya menurun ampai kurang dari setengah volume yang biasa diminumnya), kejang, kesadaran menurun, stridor, Wheezing


    4. PENATALAKSANAAN KASUS ISPA

    Penemuan dini penderita pneumonia dengan penatalaksanaan kasus yang benar merupakan strategi untuk mencapai dua dari tiga tujuan program (turunnya kematian karena pneumonia dan turunnya penggunaan antibiotik dan obat batuk yang kurang tepat pada pengobatan penyakit ISPA) .

    Pedoman penatalaksanaan kasus ISPA akan memberikan petunjuk standar pengobatan penyakit ISPA yang akan berdampak mengurangi penggunaan antibiotik untuk kasus-kasus batuk pilek biasa, serta mengurangi penggunaan obat batuk yang kurang bermanfaat. Strategi penatalaksanaan kasus mencakup pula petunjuk tentang pemberian makanan dan minuman sebagai bagian dari tindakan penunjang yang penting bagi pederita ISPA.

    Penatalaksanaan ISPA meliputi langkah atau tindakan sebagai berikut :

    A. Upaya pencegahan

    Pencegahan dapat dilakukan dengan :

    • Menjaga keadaan gizi agar tetap baik.
    • Immunisasi.
    • Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan.
    • Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA.

    B. Pengobatan dan perawatan

    Prinsip perawatan ISPA antara lain :
    • Menigkatkan istirahat minimal 8 jam perhari
    • Meningkatkan makanan bergizi
    • Bila demam beri kompres dan banyak minum
    • Bila hidung tersumbat karena pilek bersihkan lubang hidung dengan sapu tangan yang bersih
    • Bila badan seseorang demam gunakan pakaian yang cukup tipis tidak terlalu ketat.
    • Bila terserang pada anak tetap berikan makanan dan ASI bila anak tersebut masih menetek

    Pengobatan antara lain :

    • Mengatasi panas (demam) dengan memberikan parasetamol atau dengan kompres, bayi dibawah 2 bulan dengan demam harus segera dirujuk. Parasetamol diberikan 4 kali tiap 6 jam untuk waktu 2 hari. Cara pemberiannya, tablet dibagi sesuai dengan dosisnya, kemudian digerus dan diminumkan. Memberikan kompres, dengan menggunakan kain bersih, celupkan pada air (tidak perlu air es).
    • Mengatasi batuk
    Dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional yaitu jeruk nipis ½ sendok teh
    dicampur dengan kecap atau madu ½ sendok teh , diberikan tiga kali sehari.


    DAFTAR PUSTAKA

    • DepKes RI. Direktorat Jenderal PPM & PLP. Pedoman Pemberantasan Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Jakarta. 1992.

    • Lokakarya Dan Rakernas Pemberantasan Penyakit Infeksi saluran pernapasan akut. 1992

    • Doenges, Marlyn E . Rencana Asuhan Keperawatan: pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian perawatan pasien

    • Alih bahasa I Made Kariasa. Ed 3. Jakarta: EGC.1999


    PENGKAJIAN :

    I. IDENTITAS PASIEN

    Nama :
    Umur :
    Jenis kelamin :
    Agama :
    Suku :
    Pekerjaan :
    Status perkawinan :
    Tanggal MRS :
    Pengkajian :
    Penanggung jawab :
    Regester :
    Diagnosa masuk :
    Alamat :


    II. RIWAYAT KESEHATAN

    1. Keluhan Utama
    Klien mengeluh demam, batuk , pilek, sakit tenggorokan

    2. Riwayat penyakit sekarang
    Dua hari sebelumnya klien mengalami demam mendadak, sakit kepala, badan lemah, nyeri otot dan
    Dan sendi, nafsu makan menurun, batuk,pilek dan sakit tenggorokan.

    3. Riwayat penyakit dahulu
    Kilen sebelumnya sudah pernah mengalami penyakit sekarang

    4. Riwayat penyakit keluarga
    Menurut pengakuan klien,anggota keluarga ada juga yang pernah mengalami sakit seperti penyakit klien tersebut

    5. Riwayat sosial
    Klien mengatakan bahwa klien tinggal di lingkungan yang berdebu dan padat penduduknya


    III. PEMERIKSAAN FISIK

    Pemeriksaan fisik di fokuskan pada pengkajian sistem pernapasan :

    1. Pengkajian tanda – tanda vital dan kesadaran klien
    2. Inspeksi :

    • Membran mucosa hidung faring tampak kemerahan
    • Tonsil tanpak kemerahan dan edema
    • Tampak batuk tidak produktif
    • Tidak ada jaringna parut pada leher
    • Tidak tampak penggunaan otot- otot pernapasan tambahan,pernapasan cuping hidung, tachypnea, dan hiperventilasi


    3. Palpasi
    • Adanya demam
    • Teraba adanya pembesaran kelenjar limfe pada daerah leher / nyeri tekan pada nodus limfe servikalis
    • Tidak teraba adanya pembesaran kelenjar tyroid

    4.  Perkusi
    • Suara paru normal (resonance)

    5. Auskultasi
    • Suara napas vesikuler / tidak terdengar ronchi pada kedua sisi paru


    IV. PEMERIKSAASN PENUNJANG

    • Tanggal :
    • HB :
    • LED :
    • Hematokrit :
    • Trombosit :
    • MCV :
    • MCH :
    • MCHC :
    • Diff Count :
    • Urien PH :
    • Ureum :
    • Kreatinin :
    • SGOT :
    • SGPT :
    • Na :
    • Kalium :
    • Cl :
    • AGD :
    • PCO2 :
    • Radiologi :
    • ECG :


    DIAGNOSA KEPERAWATAN :

    I. Peningkatan suhu tubuh bd proses inspeksi

    Tujuan : Suhu tubuh normal berkisar antara 36 – 37, 5 ‘ C

    INTERVENSI

    1.Observasi tanda – tanda vital

    2.Anjurkan pada klien/keluarga umtuk melakukan kompres dingin ( air biasa) pada kepala / axial.


    3.Anjurkan klien untuk menggunakan pakaian yang tipis dan yang dapat menyerap keringat seperti terbuat dari katun.

    4.Atur sirkulasi udara.

    5.Anjurkan klien untuk minum banyak ± 2000 – 2500 ml/hr.

    6.Anjurkan klien istirahat ditempat tidur selama fase febris penyakit.
    7.Kolaborasi dengan dokter :
    • Dalm pemberian therapy, obat antimicrobial
    • antipiretika

    RASIONALISASI

    1.Pemantauan tanda vital yang teratur dapat menentukan perkembangan perawatan selanjutnya.

    2.Degan menberikan kompres maka aakan terjadi proses konduksi / perpindahan panas dengan bahan perantara .

    3.Proses hilangnya panas akan terhalangi untuk pakaian yang tebal dan tidak akan menyerap keringat.

    4.Penyedian udara bersih.

    5.Kebutuhan cairan meningkat karena penguapan tubuh meningkat.

    6.Tirah baring untuk mengurangi metabolism dan panas.


    7.Untuk mengontrol infeksi pernapasan
    Menurunkan panas


    II. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan b. d anoreksia

    Tujuan : * klien dapat mencapai BB yang direncanakan mengarah kepada BB normal.
    * klien dapat mentoleransi diet yang dianjurkan.
    * Tidak menunujukan tanda malnutrisi.


    INTERVENSI

    1.Kaji kebiasaan diet, input-output dan timbang BB setiap hari

    2.Berikan makan pporsi kecil tapi sering dan dalam keadaan hangat

    3.Beriakan oral sering, buang secret berikan wadah husus untuk sekali pakai dan tisu dan ciptakan lingkungan beersih dan menyenamgkan.

    4.Tingkatkan tirai baring.

    5.Kolaborasi
    • Konsul ahli gizi untuk memberikan diet sesuai kebutuhan klien


    RASIONALI

    1.Berguna untuk menentukan kebutuhan kalori menyusun tujuan berat badan, dan evaluasi keadekuatan rencana nutrisi.

    2.Untuk menjamin nutrisi adekuat/ meningkatkan kalori total

    3.Nafsu makan dapt dirangsang pada situasi rilek, bersih dan menyenangkan.

    4.Untuk mengurangi kebutuhahan metabolic

    5.Metode makan dan kebutuhan kalori didasarkan pada situasi atau kebutuhan individu untuk memberikan nutrisi maksimal.


    III. Nyeri akut b.d inflamasi pada membran mukosa faring dan tonsil.

    Tujuan : Nyeri berkurang / terkontrol


    INTERVENSI

    1.Teliti keluhan nyeri ,catat intensitasnya (dengan skala 0 – 10), factor memperburuk atau meredakan lokasimya, lamanya, dan karakteristiknya.

    2.Anjurkan klien untuk menghindari allergen / iritan terhadap debu, bahan kimia, asap,rokok. Dan mengistirahatkan/meminimalkan berbicara bila suara serak.

    3.Anjurkan untuk melakukan kumur air garam hangat

    4.Kolaborasi
    Berikan obat sesuai indikasi
    • Steroid oral, iv, & inhalasi

    • analgesik


    RASIONAL

    1.Identifikasi karakteristik nyeri & factor yang berhubungan merupakan suatu hal yang amat penting untuk memilih intervensi yang cocok & untuk mengevaluasi ke efektifan dari terapi yang diberikan.

    2.Mengurangi bertambah beratnya penyakit.

    3.Peningkatan sirkulasi pada daerah tenggorokan serta mengurangi nyeri tenggorokan.

    4.Kortikosteroid digunakan untuk mencegah reaksi alergi / menghambat pengeluaran histamine dalam inflamadi pernapasan.

    5. Analgesic untuk mengurangi rasa nyeri



    IV. Resiko tinggi tinggi penularan infeksi b.d tudak kuatnya pertahanan sekunder (adanya infeksi penekanan imun)

    Tujuan : * tidak terjadi penularan
    * tidak terjadi komplikasi


    INTERVENSI

    1.Batasi pengunjung sesuai indikasi

    2.Jaga keseimbangan antara istirahat dan aktifitas

    3.Tutup mulut dan hidung jika hendak bersin, jika ditutup dengan tisu buang segera ketempat sampah

    4.Tingkatkan daya tahan tubuh, terutama anak usia dibawah 2 tahun, lansia dan penderita penyakit kronis. Dan konsumsi vitamin C, A dan mineral seng atau anti oksidan jika kondisi tubuh menurun / asupan makanan berkurang

    5.Kolaborasi
    Pemberian obat sesuai hasil kultur


    RASIONAL

    1.Menurunkan potensial terpalan pada penyakit infeksius.

    2.Menurunkan konsumsi /kebutuhan keseimbangan O2 dan memperbaiki pertahanan klien terhadap infeksi, meningkatkan penyembuhan.

    3.Mencegah penyebaran pathogen melalui cairan

    4.Malnutrisi dapat mempengaruhi kesehatan umum dan menurunkan tahanan terhadap infeksi

    5.Dapat diberikan untuk organiasme khusus yang teridentifikasi dengan kultur dan sensitifitas / atau di berikan secara profilatik karena resiko tinggi


    source: blognya boss khaidir muhaj

    Wednesday, June 2, 2010

    Tips Mengobati Batu Empedu Secara Alami

    Semua orang mempunyai kecenderungan memiliki batu empedu dalam kantung empedu mereka. Dalam kondisi tertentu, batu empedu tersebut dapat menimbulkan masalah yang cukup serius. Biasanya, penanganan batu empedu dilakukan dengan operasi laparaskopi. Tentunya membutuhkan biaya yang cukup mahal.

    Tetapi anda tidak perlu khawatir, ternyata batu empedu dapat disembuhkan secara alamiah, murah dan tidak merusak tubuh.Cara ini ditemukan oleh Dr. Lai Chiu-Nan.

    Gangguan batu empedu sering disepelekan, mereka menyadari ketika sudah parah bahkan setelah menjadi kanker yang sangat serius.

    Dr. Lai Chiu Nan mengatakan, "Kanker tidak pernah muncul sebagai penyakit pertama, tetapi ada penyakit lain yang mendahuluinya". Berdasarkan penelitian di Cina, orang-orang yang menderita kanker hati, kantung empedu mereka berisi banyak batu. Kantung empedu menempel pada lever, berisi cairan kental, berwarna kehijauan dan berfungsi untuk membantu mencerna makanan berlemak.

    Keluhan:
    Setelah memakan makanan berlemak, perut terasa sebah atau penuh. Dalam kondisi tertentu dapat mengakibatkan perut menjadi terasa sangat sakit, dibagian tepi bawah pada tulang rusuk sebelah kanan. Rasa sakit itu bisa mencapai sisi kanan pada punggung sebelah atas.

    Pengobatan Alami untuk Batu Empedu
    1. Setiap hari selama lima hari berturut-turut, minum 4 gelas sari buah apel segar atau makan 4 sampai 5 apel segar. Apel dapat melembutkan batu empedu. Anda tetap boleh makan seperti biasa, tetapi akan lebih baik jika anda menghindari makanan berlemak.

    2. Pada hari ke-6, jangan makan malam. Pada pukul 6 petang, minumlah satu sendok Epsom Salt (=magnesium sulfat) yang dicampur dengan segelas air hangat. Pada pukul 8 malam, lakukan hal yang sama. Epsom Salt dapat membuka pembuluh-pembuluh kantung empedu. Pada 10 pm, campurkan setengah cangkir (k.l. 100 cc/ml) minyak zaitun dengan setengah cangkir sari buah jeruk segar. Aduk secukupnya sebelum diminum. MInyak zaitun mempunyai fungsi melumasi butir-butir batu agar melancarkan batu empedu ketika keluar.

    3. Keesokan harinya anda akan melihat batu-batu berwarna kehijauan dalam kotoran anda yang cair. Batu empedu biasanya akan mengambang. Dengan demikian kantung empedu anda sudah bersih atau paling tidak akan berkurang.


    Catatan
    • Sari apel bisa dijus atau dimakan langsung
    • Semua jenis apel (merah, kuning atau hijau) memiliki khasiat yang sama
    • Kulit buah apel biasanya berlapis lilin atau terkontaminasi pestisida, maka harus dikupas
    • Olive oil dapat dibeli di apotek
    • Sari buah jeruk digunakan untuk mencegah agar tidak muntah saat minum minyak zaitun


    Source: thehealthystyle.org

    Friday, May 28, 2010

    Impotensi Adalah?

    Tidak dapat dipungkiri jika impotensi adalah momok bagi setiap pria di dunia ini. Ketika seorang pria mengalami impotensi maka ia tidak lagi dianggap sebagai seorang laki-laki yang sebenarnya.

    Banyak sekali orang Indonesia yang mengetikkan kata kunci "Impotensi adalah" di mesin pencari google.co.id. Apakah ini menandakan bahwa para pria di Indonesia telah banyak yang mengalami impotensi? ataukah mereka hanya sekedar ingin tahu informasi tentang disfungsi yang sangat ditakuti oleh pria ini. Apapun alasan mereka, nyatanya "impotensi adalah" memang banyak dicari.

    Dalam impotensi.org, disebutkan:

    1. Impotensi (Disfungsi Ereksi) adalah ketidakmampuan untuk memulai dan mempertahankan ereksi.

    Impotensi biasanya merupakan akibat dari:
    • Kelainan pembuluh darah
    • Kelainan persarafan
    • Obat-obatan
    • Kelainan pada penis
    • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

    2. Impotensi adalah suatu gangguan seksual yang ditandai dengan gejala ketidakmampuan penderita dalam mempertahankan tingkat ereksi penis untuk berlangsungnya hubungan sex suami istri. Pria impotensi tidak dapat mempertahankan penis dari awal kegiatan hubungan seks suami istri sampai selesai.

    Tingkat impotensi sangat bervariasi mulai dari ringan sampai berat, dikalangan medis lebih dikenal dengan Disfungsi Ereksi (DE), sedangkan impotensi adalah tingkat gangguan yang sangat berat, artinya hampir tak mempunyai kemampuan sama sekali untuk ereksi.

    3. Impoten adalah istilah lain dari lemah syahwat dan merupakan salah satu bagian dari disfungsi ereksi. Penyakit ini benar-benar merupakan keadaan yang amat menyedihkan bagi pria yang mengalaminya. Sebab pria tersebut tidak akan bisa melaksanakan kegiatan seksnya secara wajar. Ciri dari impotensi adalah tidak memiliki daya tahan yang cukup saat koitus terjadi, atau terkadang penisnya tidak dapat mengeras saat bercumbu atau saat akan melakukan hubungan seks. Tidak jarang perkawinan menjadi hancur karena penyakit ini.

    Semakin bertambah umur seorang pria, maka impotensi semakin sering terjadi, meskipun impotensi bukan merupakan bagian dari proses penuaan tetapi merupakan akibat dari penyakit yang sering ditemukan pada usia lanjut.

    Sekitar 50% pria berusia 65 tahun dan 75% pria berusia 80 tahun mengalami impotensi.


    Penyebab Impotensi

    IMPOTENSI dapat disebabkan oleh faktor fisik dan psikis. Namun, banyak pria menderita impoten karena gabungan kedua faktor tersebut.

    Hal itu terjadi karena banyak pria merasa malu menceritakan masalah ini kepada orang lain, bahkan terkadang disimpannya sendiri hingga penyebab fisik kerap kali dibarengi oleh masalah psikis.

    Faktor fisik penyebab impotensi antara lain:

    1. Gangguan aliran darah: Penyakit yang dapat mengurangi aliran darah ke penis meliputi hipertensi (tekanan darah tinggi), diabetes (kencing manis), dan penyakit peyronie (terbentuknya jaringan parut pada penis).
    2. Gangguan persarafan: Keadaan yang dapat mengurangi atau menghambat hantaran saraf ke penis antara lain diabetes, cedera tulang belakang, pembedahan daerah panggul, kecanduan alkohol, ruasaknya saraf karena penyakit kelamin atau akibat pembengkakan saraf-saraf yang terjadi oleh penyakit difteri.
    3. Gangguan hormonal: Keadaan yang dapat mengganggu keseimbangan hormon-hormon ini antara lain disfungsi testis (gangguan fungsi buah zakar), penyakit ginjal, liver, dan kecanduan alkohol.
    4. Obat-obatan: Penyebab impotensi yang paling sering dijumpai adalah obat-obatan, seperti obat antihipertensi (obat tekanan darah tinggi), antidepresi, frankuilizer (obat penenang), diuretik (obat yang meningkatkan pengeluaran air seni),simetidin (obat maag), obat penurun berat badan, alkohol, opiat, heroin, amfetamin dan nikotin/rokok.

    Faktor Psikis penyebab impotensi antara lain:
    1. Stres: Stres karena masalah pekerjaan, pergaulan ataupun masalah keuangan dapat menyebabkan gangguan ereksi. Semakin keras usaha seorang pria untuk memperoleh ereksi ketika ia sedang mengalami ketegangan maka akan semakin buruk pula hasil yang dicapainya. Stres dapat menyebabkan impotensi begitu pula sebaliknya.
    2. Depresi: Depresi dapat mengurangi tenaga pria dan menurunkan kemampuan seksualnya. Seorang pria yang depresi biasanya tidak mampu memperoleh ereksi dan ini akan menambah berat keadaan depresinya.
    3. Kecemasan: Kecemasan memainkan peranan penting dalam terjadinya impotensi pada laki-laki, diantaranya kecemasan apakah dia akan mampu berereksi, mampu mempertahankannya dan mampu memuaskan pasangannya. Hal ini dapat dialami oleh sebagian besar kaum pria pada waktu tertentu. Tetapi bila terjadi terus-menerus maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya impotensi. Rasa takut terhadap kegagalan akan menimbulkan ketegangan. Dan ini akan menghambat terjadinya ereksi.
    4. Informasi seks keliru: Informasi yang keliru mengenai seks juga dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Misalnya seorang pria yang mendapatkan pendidikan/pengertian seks yang negatif sehingga dia beranggapan bahwa seks itu merupakan perbuatan yang kotor/dosa. Atau seorang pria yang dibesarkan dalam lingkungan yang memiliki pemikiran keliru mengenai keperkasaan seorang pria sejati sehingga pria tersebut menjadi rendah diri dan hanya dapat ereksi jika berhubungan dengan wanita yang status sosial, ekonomi atau kontruksi tubuhnya lebih lemah darinya. Pria tersebut impoten bila berhubungan dengan isterinya tetapi tidak demikian halnya jika ia berhubungan dengan wanita lain, keadaan seperti ini tidak jarang mendorongnya untuk melakukan penyelewengan seksual dengan wanita lain.

    Tuesday, February 9, 2010

    Dampak Negatif Masturbasi

    Masturbasi adalah stimulasi sendiri genital untuk mencari kenikmatan. Sebuah fenomena umum dan sering didiskusikan di mana-mana. Pelakunya pun tidak terbatas pada jenis kelamin, usia maupun latar belakang sosial-ekonomi.

    Memuaskan diri sendiri atau istilah kerennya masturbasi adalah konsumsi pribadi dan menjadi rahasia yang disimpan pelakunya. Benarkah masturbasi sepenuhnya aman dan normal? Oleh karena itu, ada baiknya Anda tahu sisi negatif akibat dari frekuensi masturbasi yang terlalu sering.


    Dampak Biologis

    Secara biologis, masturbasi kronik berdampak pada otak dan zat kimia tubuh. Mengapa demikian? karena masturbasi dapat memacu produksi hormon seks dan neurotransmitter. Tentu saja dampak produksi hormon seks yang berlebihan berbeda-beda pada setiap orang. Secara umum gejalanya meliputi kelelahan, nyeri pinggul, perubahan penglihatan, nyeri tulang belakang, nyeri testis, dan kerontokan rambut.

    Penelitian menyatakan bahwa peningkatan produksi testosteron berkaitan dengan produksi Dihydrotestosterone (DHT) yang identik dengan pola kerontokan rambut pria. Namun begitu, hasil kajian tersebut masih menjadi perdebatan.

    Setidaknya, jika gejala tersebut Anda rasakan, cobalah hentikan kebiasaan masturbasi selama beberapa bulan. Lihat apakah cara ini bisa meringankan gejala yang muncul akibat masturbasi berlebihan. Kalau gejala itu masih terasa, maka konsultasikan ke dokter dan cari bantuan medis.

    Masturbasi kompulsif juga bisa berdampak negatif pada pelakunya. Masturbasi kompulsif terjadi saat pelaku sudah menyinggung kebiasaannya pada masalah kejiwaan. Pelaku masturbasi kompulsif memiliki kesulitan untuk keluar dari kebiasaan masturbasi.

    Tak ada angka pasti bagaimanakah seseorang dapat dikategorikan melakukan masturbasi berlebihan. Gambarannya, seorang pria yang masturbasi enam kali sehari dan merasa diri lebih baik dan produktif, sedangkan pria lainnya justru merasakan dampak berbeda.

    Masturbasi kompulsif bahkan bisa berdampak buruk pada pekerjaan, hubungan, harga diri, keuangan, dan dukungan sosialnya. Pelakunya juga bisa terseret masalah hukum jika ia tidak mampu menemukan keseimbangan antara bertanggung jawab terhadap hidupnya dan memuaskan kesenangan atau hasratnya.

    Dampak Psikosomatis

    Dampak psikologis sebagian pelaku masturbasi biasanya berupa rasa malu dan berdosa. Budaya, agama, ataupun moralitas adalah batasan seseorang saat menyinggung urusan seks. Masih terdapat perdebatan antara kepuasan yang dihasilkan versus apa dampak yang dirasakan pada rasa percaya diri, harga diri, dan cinta diri.

    Dampak psikosomatis juga bisa terjadi jika gejala-gejala fisik muncul karena faktor-faktor psikis (malu, berdosa, cemas, dan sebagainya) yang bermanifestasi menjadi rasa sakit kepala, nyeri tulang belakang, nyeri kronik, dan sebagainya.


    (source: okezone.com)

    Monday, January 25, 2010

    Perbedaan Orgasme Asli dan Palsu | Ciri Wanita Orgasme

    Orgasme wanita selalu jadi bahan perbincangan dan penelitian yang tiada habisnya. Pada dasarnya sifat wanita banyak yang tidak seekspresif pria, sehingga terkadang membuatnya terjebak tak bisa menikmati seks. Beberapa kasus yang terjadi adalah wanita kemudian ber-pura-pura orgasme untuk menyenangkan pasangannya.

    Jalan seorang wanita untuk mencapai puncak surga dunia tersebut umumnya memang lebih lama dibanding pria, sehingga tidak jarang mereka menghentikan hasratnya di tengah jalan dan mengaku sudah orgasme demi pasangannya. Hampir 2/3 wanita sering mengaku pura-pura orgasme, padahal pura-pura orgasme justru memberikan efek negatif pada kesehatan psikisnya.

    Lalu bagaimana cara membedakan orgasme asli dan palsu dari wanita?

    Seksolog Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, mengatakan,"Orgasme itu tidak bisa dibuat-buat, bodoh jika ada wanita yang pura-pura orgasme."

    Begitu pula pria, menurut Prof Wimpie, seharusnya bisa merasakan mana yang orgasme palsu dan asli. Kunci utama untuk mengetahui orgasme yang benar-benar terjadi adalah adanya kontraksi (denyutan yang mengeras) di vagina dan otot-otot ritmik.

    "Kontraksi ini tidak bisa dibuat-buat, geraknya spontan dan sangat bisa dirasakan pria," jelas dokter yang mendapatkan gelar seksolog dari University of Washington, Amerika Serikat tersebut.

    Menurut Prof Wimpie, biasanya si wanita melakukan gerakan-gerakan agar terlihat seperti orgasme tapi itu bukan gerakan akibat kontraksi. Hal lain yang biasa dilakukan adalah berpura-pura menjerit agar terlihat seperti orgasme.

    Penulis seksologi Secrets For Creating Maximum Sexual Experience, Lina Tiwa menjelaskan faktor yang membedakan antara orgasme nyata dan orgasme palsu.

    1. Anda harus curiga jika setelah melakukan seks, ia (wanita) tetap memiliki energi dan langsung memakai pakaiannya. Orgasme yang nyata sangat melelahkan, seharusnya dia berbaring, terengah-engah atau hanya lelah selama beberapa menit.

    2. Ketika seorang wanita merasakan sensasi yang sangat luar biasa pada saat orgasme, ia akan melengkungkan badannya, suaranya mengerang dan mengeluarkan desahan yang sangat menggoda.

    3. Putingnya akan mengeras (95% puting perempuan mengeras saat orgasme). Dada, wajah dan payudara akan memerah. Terasa kontraksi di vaginanya, paha akan bergetar, tubuhnya akan memanjang tak terkendali dan akan mengeras tanpa sadar selama orgasme.


    Mengapa wanita susah mencapai orgasme?

    Prof Wimpie mengatakan jika wanita tidak mencapai orgasme maka kesalahannya tidak hanya di pihak wanita, bisa jadi karena suaminya sulit ereksi.


    Bagaimana agar wanita mencapai orgasme?

    Masalah orgasme wanita sangat mudah diselesaikan dengan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangannya.

    "Hampir semua pasien saya yang mengalami masalah seperti ini akhirnya bisa terselesaikan, kecuali masalahnya ada di pria," kata Prof Wimpie.

    Wanita yang tidak mencapai orgasme menurutnya ada yang berpengaruh negatif ke psikisnya seperti menjadi sering marah, pemurung atau susah tidur.(source: detikhealth).

    Sunday, January 24, 2010

    Tips Melenturkan Kekakuan Tangan Pada Pasien Stroke


    Studi membuktikan bahwa 90% pasien stroke mengalami kekakuan gerak pada tangannya dan 90% tidak mengetahui harus diapakan, kemana dan pada siapa mengatasi permasalahan tersebut. Istilah kekakuan gerak pada stroke disebut Spastisitas. Tanda-tandanya tangan tidak bisa diangkat hingga lurus diatas kepala, siku menekuk ke arah dada, pergelangan tangan menekuk, dan jari-jari menggenggam.

    Hal-hal yang memprovokasi meningkatnya kekakuan antara lain immobilitas sendi, gerak yg tidak tepat (terlalu ngotot, arah salah, terlalu cepat, durasi dan frekuensi yg tidak tepat), emosional berlebih (marah, terlalu takut, dan sedih), cuaca (terlalu dingin), nyeri dan lain sebagainya.

    Proses recovery spastisitas membutuhkan waktu yang relatif lama. Kesabaran dan keuletan yang tinggi dalam menjalani proses penyembuhan adalah salah satu kuncinya. Proses recovery stroke dikenal dengan istilah plastisitas stroke.

    Lalu siapa yang bisa menangani spastisitas ini?

    Jawabnya adalah team work, yaitu penderita itu sendiri, keluarga, dokter, fisioterapis, okupasi terapis, dan accupuncture and so on.

    Tips untuk pasien dan keluarga:

    1. Rubahlah mindset segera. percayalah hanya dengan latihan anda akan sembuh, kesembuhan tidak datang dengan sendirinya tapi harus melalui usaha. Bersemangatlah.

    2. Pengaturan kondisi saat tidur (AC jangan terlalu dingin, gunakan ranjang yang bisa untuk meluruskan punggung, tangan jangan ditekuk (tangan lurus disamping badan dan diganjal bantal sehingga tangan rata dengan badan, apabila tidur miring maka tangan juga harus diganjal dengan guling).

    3. Sesegera mungkin melakukan terapi di klinik spesialis stroke dan neuro rehabilitasi

    4. Terapilah diklinik yg tepat. Ketepatan adalah utama karena proses recovery tidak terjadi secara alami tapi karena gerak yang selektif dan benar.

    5. Selektif dan kritislah terhadap terapis, pilih yang bisa diajak berkomunikasi dengan baik dan bisa menjawab pertanyaan anda tentangg hal-hal yang berkaitan dengan stroke. Ketrampilan terapis yang memadai dan menguasai permasalahan adalah salah satu faktor yang berpengaruh pada hasil yang didapat.

    6. Mintalah home program. Terapis yang profesional akan memberi home program tanpa harus diminta, tetapi jika tidak diberi, anda boleh memintanya dan minta keterangan durasi dan frekuensinya. Dosis yang tepat akan berpengaruh terhadap hasil.

    7. Jangan berhenti latihan, anggaplah latihan sebagai kebutuhan seperti layaknya makan dan olah raga.

    Ingat ecovery spastisitas pada stroke dapat terjadi karena latihan dan dilakukan oleh team work. Semoga bermanfaat.

    (source: Mandiri Center dan Group Mandiri Peduli Stroke, Jakarta)

    Friday, January 15, 2010

    Tips Melangsingkan Tubuh dari India

    Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat India telah menggunakan sistem kesehatan dan penyembuhan tradisional yang disebut Ayurveda. Menurut Dr. Swami Shankardev Saraswati, salah satu pakar yoga dari Mangrove Mountain, New South Wales, Ayurveda adalah sistem pengobatan yang memahami, bahwa tubuh tiap orang itu unik dan butuh perlakuan khusus.

    Ayurveda membedakan kekuatan utama hidup (tubuh-pikiran-jiwa) dalam tiga jenis atau dosha: yaitu Vata (udara), Kapha (air), dan Pitta (api). Mengetahui dosha adalah tahap terpenting untuk membantu Anda memilih makanan terbaik sesuai terapi Anda.

    Pitta
    Bentuk badan sedang, tubuh mudah gemuk, wajah berbentuk hati, kulit berminyak dan berwarna semu merah. Rambut lembut, lurus, mudah diatur, dan berminyak. Selera makan tinggi dan pola tidur baik.

    Pola Diet dan Terapi Self Healing:
    Konsumsi makanan segar, seperti buah mentah dan manis, termasuk beri, ceri, plum, sayur-sayuran hijau, sayur-sayuran pahit atau manis (seperti asparagus, brokoli, kacang polong, seledri, dan mentimun), padi-padian segar, gandum, beras putih, kue beras, roti, pasta, white meat, produk-produk susu, putih telur, sirup maple, gula, rempah-rempah (seperti ketumbar, jintan, pala, dan mint).

    Kurangi buah-buahan asam, bawang, bawang bombay, bawang putih, rempah-rempah pedas, tomat, terung, gula bit, kuning telur, daging merah, kacang-kacangan, cokelat, kopi, teh, dan red wine.

    Kunci Sukses Diet:
    Jangan lewatkan jam makan tiga kali sehari atau dengan jangka waktu teratur, dengan nutrisi lengkap, ada karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.

    Tips Gaya Hidup:
    Pitta cenderung hangat dan bersemangat. Sering-seringlah melakukan aktivitas yang dapat membuat Anda merasa senang. Peliharalah ketenangan dengan berendam dalam air hangat atau berenang. Hindari terpapar matahari terlalu lama.

    Vata
    Bentuk badan kurus, berat badan sulit naik, wajah lonjong, mata kecil, kulit kering. Rambut kering, keriting, dan kasar. Moody, pola tidur tak menentu, dan sulit tidur nyenyak.

    Pola Diet dan Terapi Self Healing:
    Perbanyak makanan kaya protein dan mineral, seperti pisang, alpukat, plum, aprikot, sayuran yang direbus tidak terlalu lama, kacang merah, kacang tanah, kedelai, susu kedelai, tahu, telur setengah matang, white meat (ikan, ayam), daging sapi, dan daging kambing.

    Kunci Sukses Diet:
    Makanlah lebih sering dengan porsi kecil setiap hari. Usahakan makan di tempat yang bersuasana tenang.

    Tips Gaya Hidup:
    Vata cenderung membuang terlalu banyak energi. Hilangkan kebiasaan itu dengan melakukan kegiatan rutin. Pastikan Anda menyisakan waktu untuk santai dan perkaya diri Anda dengan makan bergizi dan manjakan diri dengan pijat.

    Kapha
    Bentuk badan gemuk, berat badan cepat naik, wajah bulat, kulit pucat, rambut tebal, mengilat, bergelombang, berminyak, hobi ngemil, dan tukang tidur.

    Pola Diet dan Terapi Self Healing:
    Perbanyak konsumsi pilihan buah, seperti stroberi, apel, pir, ceri, buah-buahan yang dikeringkan (prem, aprikot, dan pir). Serta salad dan aneka sayuran, termasuk sayur-sayuran pahit dan beraroma tajam (seperti lobak dan bawang, wortel, jagung, dedaunan hijau), padi-padian yang zat besinya tinggi (seperti jagung, oat, gandum, ikan dan daging putih, kacang merah), buncis yang dikeringkan (seperti kacang polong), produk-produk dari kedelai dalam jumlah yang tidak berlebihan, makanan pedas.

    Kurangi makanandan minuman dingin, buah-buahan terlalu masam dan terlalu manis, akar-akaran, produk-produk susu, kacang-kacangan dan biji-bijian, makanan berat dan kaya lemak, minyak, mentega, garam, gula, dan pemanis buatan.

    Kunci Sukses Diet:
    Untuk menu sarapan dan makan malam, pilih yang ringan, sedangkan makan siang boleh makanan berat.

    Tips Gaya Hidup:
    Kappa cenderung kaku dan menyimpan terlalu banyak energi. Sering-seringlah bergerak. Sehingga energi Anda tidak menumpuk menjadi lemak. (female.kompas.com)

    Thursday, January 14, 2010

    Hubungan Stroke dengan Depresi

    Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK-UI) Dr Suryo Dharmono mengatakan, depresi, penyakit jantung akibat penyempitan pembuluh darah, dan stroke saling terkait dan berhubungan timbal balik.

    Dalam seminar tentang relasi antara depresi, penyakit jantung, dan stroke, di Jakarta, Dr Suryo Dharmono menjelaskan bahwa kombinasi depresi dan penyakit jantung berupa penyempitan pembuluh darah atau pada stroke dapat meningkatkan angka kematian.

    "Berbagai studi tentang depresi pada pasien penyakit jantung menunjukkan angka prevalensi yang cukup tinggi, yakni 18-60%. Studi-studi epidemiologis juga menunjukkan peningkatan angka mortalitas pasien penyakit jantung akibat menderita pula depresi," katanya.

    Sementara itu depresi yang dialami oleh pasien stroke juga berpeluang cukup tinggi untuk meningkatkan angka mortalitas.

    "Depresi pada pasien stroke menunjukkan prevalensi sekitar 27-45%. Pada penderita stroke, depresi akan memperlambat proses penyembuhan, memperberat gejala fisik, mengganggu rehabilitasi, dan meningkatkan angka kematian," kata Suryo.

    Depresi adalah penyakit serius yang diderita oleh jutaan orang dengan berbagai macam gejala. Depresi dapat menyebabkan seseorang merasa bersalah tanpa alasan yang jelas.

    Depresi dapat menjadikan seseorang merasa tidak berguna, meskipun telah melakukan apa saja yang menurutnya adalah yang terbaik, tambah Suryo.

    "Depresi dapat menyebabkan seseorang tidak berminat terhadap hal-hal yang sebelumnya amat dia sukai. Selain itu depresi membuat energi terkuras, sehingga lekas merasa letih dan lelah," ujarnya.

    Sementara itu penyakit jantung akibat penyempitan pembuluh darah koroner menghambat aliran darah kaya oksigen ke otot jantung.

    Penyakit jantung ini disebut pula dengan penyakit jantung iskemik, dan gejala yang paling sering tampil adalah nyeri di bagian dada (disebut dengan istilah angina).

    Faktor-faktor resiko yang kerap memunculkan penyakit jantung iskemik antara lain umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, diabetes, riwayat keluarga penyakit jantung prematur, dan hipertensi.

    "Di sisi lain stroke adalah penyakit pembuluh darah otak yang ditandai dengan kematian jaringan otak yang terjadi akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak," kata Suryo yang menjadi staf pengajar bagian psikiatri di FK-UI sejak 1999.

    Stroke bisa dipicu oleh berbagai penyakit antara lain hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, dan berbagai keadaan seperti usia yang lanjut, obesitas, merokok, suku bangsa (negro/Spanyol), jenis kelamin (laki-laki), dan kebiasaan kurang berolahraga.

    "Penanganan yang komprehensif terhadap penderita penyakit jantung iskemik dan stroke sangat perlu untuk memberikan perhatian pada pengelolaan depresi. Pengelolaan yang benar terhadap depresi merupakan faktor yang penting untuk tercapainya pemulihan yang optimal," kata dia.

    Ia melanjutkan, "Seyogyanya pengelolaan depresi dan pemulihan pasien dan penyakit jantung dan stroke melibatkan tim terpadu interdisipliner, yang terdiri atas dokter ahli penyakit jantung, penyakit syaraf, psikiater, rehabilitasi medik, psikolog, dan pekerja sosial."

    Friday, December 4, 2009

    Stroke Bisa Lebih Baik

    Stroke memang membawa dampak negatif yang cukup besar bagi penderita dan keluarganya. Seperti tsunami...stroke meluluhlantakkan semua yang sudah ditata rapi. Namun demikian jangan beranggapan bahwa Stroke is the end of the world....percayalah, masih ada secercah harapan bagi mereka untuk bisa menjadi lebih baik.

    Stroke bisa lebih baik jika:

    1. Mendapat penanganan medis secara cepat,
    2. Mendapat terapi (Dokter, Psikolog, Ahli gizi, Fisioterapi, Okupasi terapi, Terapi wicara, dll) scr intensif,
    3. Area kerusakan otak tidak luas,
    4. Semangat berlatih dirumah,
    5. Memiliki motivasi untuk mandiri (sembuh).

    Beberapa penderita stroke memang mengalami perkembangan yang lambat sehingga menjadi 'beban' dalam keluarga. Namun tidak sedikit penderita yang beruntung mampu mencapai tahap mandiri, masih produktif dalam bisnis dan usahanya.

    Oleh karena itu, bagi mereka:

    penderita stroke JANGAN MENYERAH,

    keluarga TERUS MEMBERIKAN SEMANGAT dan jadilah PENDUKUNG YANG BAIK

    terapis JADILAH LENTERANYA...
    selalu ikhlas memberi pencerahan dan arah yang tepat agar Penderita Stroke bisa Lebih Baik


    Saturday, November 21, 2009

    Anak dengan Kesulitan Belajar Bukan Anak Bodoh

    Membaca artikel dari blog Lina@happyfamily yang berjudul Be Careful on Labeling Your Child menginspirasiku untuk melakukan hal yang sama. Hanya saja targetnya agak berbeda, apabila Lina menulis tentang peringatan dan saran kepada para orang tua agar jangan sekali-kali mencap anak kita maupun anak orang lain dengan sebutan anak nakal (secara umum) apabila anak melakukan atau menunjukkan perilaku yang inappropriate. Maka aku akan menulis tentang Anak dengan Kesulitan Belajar yang sering kali di cap sebagai anak bodoh.

    Si Bejo sudah duduk di kelas 4 SD, but why?, dibanding dengan teman-teman sekelasnya dia belum lancar membaca? Bahkan untuk membedakan antar huruf B dan D saja tidak bisa. Keluhan yang dialami Bejo ini mungkin saja bisa terjadi pada anak anda. Hati-hati, jangan pernah memberikan label “anak bodoh” jika memang buah hati anda tertinggal dalam pelajaran sekolah. Bila demikian, bukan tidak mungkin anak Anda mengalami kesulitan belajar atau Learning Disability (LD).

    Kesulitan belajar merupakan hambatan atau gangguan belajar pada anak atau remaja yang ditandai adanya kesenjangan yang siginifikan antara taraf intelegensi dan kemampuan akademik yang seharusnya dicapai. Penyebabnya adalah gangguan di dalam sisitem syaraf pusat otak (gangguan neurobiologis) sehingga menimbulkan gangguan perkembangan seperti perkembangan membaca (disleksia), menulis (disgrhafia), pemahaman, dan berhitung (diskalkulia).

    Jadi, apakah anak yang mengalami kesulitan belajar atau LD berarti kecerdasannya kurang? Tidak. “paling tidak kecerdasan mereka normal. Anak yang kecerdasannya kurang biasanya diberbagai aspek dia memang kurang. Sedangkan pada kasus LD, dia hanya kurang atau lemah di salah satu aspek sedangkan aspek lainnya bagus. Namun jika tidak ditangani dengan benar, kesulitan belajar atau LD akan menimbulkan berbagai bentuk gangguan emosional (psikiatrik) yang akan berdampak buruk bagi perkembangan kualitas hidupnya di masa mendatang.

    Anak yang mengalami LD bukan berarti nantinya tidak bisa menoreh prestasi. Ambil saja contoh Tom Cruise, aktor papan atas Hollywood ini mungkin lemah membaca tetapi pemahaman aktingnya bagus dan terbukti bisa menjadi aktor yang hebat. Albert Einstein, john F Kennedy, Mozart, John Lenon, Cher, Slama Hayek, Keira knightley dan Tom Cruise adalah beberapa public figure lainnya yang mengalami disleksia.


    Beberapa saran yang bisa dilakukan oleh orang tua yang anaknya mengalami salah satu gangguan Learning Disability.

    Bawa ke Psikolog. Psikolog-lah yang mnentukan si anak menderita LD atau idak. Karena bisa jadi metode belajarlah yang jadi penyebab. Semisal, anak selalu dimarahi saat belajar sehingga dia jadi malas belajar memabaca dan menulis.

    Belajar menyenangkan.
    Melalui cara belajar yang menyenangkan, sedikit demi sedikit anak akan bisa. Turunkan juga target belajarnya agar anak tak terlalu stress.

    Beri dorongan.
    Jangan sampe si anak merasa rendah diri. Artinya, jangan sampe ketidakmampuannya dalam membaca atau menulis diumbar ke orang lain. Beri dorongan supaya dia bisa dan mau belajar.

    Terapi bersama.
    Pemberian terapi okupasi dapat dilakukan bila orang tua maupun guru pengajar mulai merasa kesulitan untuk memberikan penanganan bagi anak yang mengalami LD. Diperlukan kerjasama antara okupasi terapis, orang tua dan guru.

    Tak perlu kelas khusus. Anak LD tidak harus masuk kelas khusus apalagi SLB, kerena kemampan mereka relative sama dengan anak-anak yang lain. Kalau memungkinkan mereka tetap berada di kelas dengan teman-teman mereka, tetapi pendekatannya lebih special. Semisal, jika kesulitan membaca sebaiknya dibacaka secara lisan, atau ada teman yang membantu. Jika ditempatkan di sekolah khusus, kemampuan-kemampuan lainnya justru akan menjadi tidak berkembang.

    Kemampuan lain. Dorong dan kembangkan kemampuan anak yang menonjol di bidang lain. Jangan sampai gara-gara tidak bisa baca masa depan anak jadi hancur total.


    Monday, October 26, 2009

    10 Tips Mencegah Flu dan Masuk Angin

    10 Tips Mencegah Flu dan Masuk Angin. Akibat pemanasan global, perubahan cuaca menjadi sulit untuk diramalkan dan seringkali diikuti dengan 'musim masuk angin' dan juga batuk pilek. Apalagi seperti sekarang ini yang sudah mulai masuk ke musim hujan. Apa saja yang bisa kita lakukan untuk mencegah agar tidak terkena atau tertular flu?

    10 Tips Mencegah Flu dan Masuk Angin Berikut ini sepuluh tips untuk mencegah terserang flu dan masuk angin:

    1. Rajin mencuci tangan untuk mencegah berkumpul dan tersebarnya kuman penyakit.

    2. Minum air putih sedikitnya 8 gelas dalam sehari, agar seluruh sistem dan daya tahan tubuh berjalan dengan baik.

    3. Berpakaian hangat. Cepat berganti pakaian bila kehujanan.

    4. Banyak mengkonsumsi makanan dan memberi energi secara teratur.

    5. Jangan menghisap ingus kembali, tetapi buang saja, agar tubuh bersih dari berbagai toksin/ racun.

    6. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan.

    7. Minum vitamin C untuk memperkuat kekebalan tubuh terhadap penyakit.

    8. Kurangi kontak secara langsung dengan penderita flu/ batuk pilek.

    9. Beristirahat cukup.

    10. Minum susu. Sebuah penelitian di University of South Australia menemukan bahwa asupan colostrum (susu yang diproduksi oleh mamalia segera setelah melahirkan) setiap hari dapat mengurangi resiko terserang flu hingga 30%. Susu dapat meningkatkan kadar antibodi dalam air liur manusia, serta melindungi tubuh dari serangan penyakit.

    Semoga bermanfaat.....



    Saturday, October 24, 2009

    Yogurt Hentikan Diare Pada Anak

    Yogurt Hentikan Diare Anak. Yogurt merupakan produk probiotik yang memang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan dan dapat digunakan sebagai makanan pengganti pada balita yang alergi terhadap susu sapi. Namun ternyata Yogurt memiliki manfaat lain, yaitu dapat menyembuhkan serangan diare pada anak.

    Yogurt Hentikan Diare pada Anak Sebuah studi di Jerman (2008) menyebutkan bahwa terapi probiotik sebaiknya dilakukan sedini mungkin pada bayi dan balita yang mengalami diare. Karena apabila tidak segera ditangani, diare pada anak memang bisa menyebabkan kematian. Para peneliti secara spesifik mengevaluasi makanan probiotik E. Coli Nissle 1917 atau EcN yang terlisensi Eropa untik mengatasi penyakit yang berkenaan dengan usus.

    Di dalam usus besar tinggal sekitar 500 jenis mikroba dengan 100 triliun bakteri terkandung di dalamnya. Ada jenis bakteri yang 'jahat', E coli misalnya (dapat menimbulkan diare), dan ada jenis bakteri yang 'baik', seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria yang menyehatkan bagi tubuh kita.

    Kedua jenis bakteri yang 'bersahabat' dengan manusia ini, sering digunakan sebagai kandungan probiotik atau suplemen bakteri hidup, misalnya yogurt, kefir, dan susu asam.

    Sebanyak 151 bayi dan balita yang mengikuti survei di Jerman sembuh lebih cepat berkat EcN sebagai bagian dari pengobatan diarenya, dibandingkan dengan hanya melakukan perawatan obat pada umumnya. Rata-rata anak yang tidak menerima probiotik baru akan sembuh 3-4 hari lebih lama. Studi ini dipublikasikan pada Pediatric Infectious Journal edisi Juni 2009.

    Sebelum ini juga telah dilakukan beberapa penelitian mengenai hubungan antara probiotik dengan diare. Dan hasilnya menunjukkan bahwa kondisi diare pada anak dapat ditangani lebih efektif tanpa mengeluarkan biaya mahal apabila probiotik dijadikan perawatan utama, dan bukannya pengobatan antibiotik.

    Anda bisa berkonsultasi dengan dokter, berapa banyak asupan probiotik yang berfungsi menyembuhkan diare pada anak.

    Tuesday, October 20, 2009

    Stress, Memacu Prestasi

    Orang-orang beranggapan bahwa stress selalu berkonotasi buruk. Namun siapa sangka, kondisi tertekan justru bisa memacu seseorang untuk semakin berprestasi asalkan kita mampu mengelola stressor (pemicu stress).

    Kondisi di bawah tekanan atau stress sering muncul dalam interaksi manusia dengan lingkungannya. Stress terbentuk sebagai hasil aku ulasi dari respon psikologis dan emosional. Jika masalah tak terselesaikan maka seseorang rentan mengalami depresi.

    Pemicu stress muncul hanya dalam momen-momen tertentu ( situasional). Sedih bisa membuat frustasi, tapi jangan sampai berlarut-larut. Kondisi tertekan dapat disiasati jika kita memiliki kemampuan mengelola stresor. Kemampuan tersebut berkaitan erat dengan proses kognitif (pola pikir) seseorang terhadap masalah yang muncul.

    Stress dapat timbul ketika seseorang dalam kondisi mengejar suatu tujuan, misalnya saat mengerjakan ujian, dalam pertandingan, memenuhi deadline pekerjaan dan usaha kompetitif lainnya. Dalam kasusu seperti ini, stress dapat bersifat positif atau disebut juga eustress. Kondisi ini bisa memacu seseorang nuntuk lebih fokus dan bersemangat untuk meraih apa yang dituju.

    Situasi atau kondisi yang tidak menguntungkan hendaknya jangan selalu dianggap sebagai masalah dan jangan ditanggapi dengan kondisi distress ( negatif). Hal ini bisa menurunkan kualitas hidup. Gunakan cara-cara positif untuk menikmati dan menghadapi suatu masalah. Sekali lagi peran proses kognitif sangat vital dalam menentukan apakah kondisi stres yang timbul akan menjadi eustres atau distres.

    Untuk mengubah distres menjadi eustres, seseorang harus mampu melihat suatu permasalahan yang muncul dari berbagai sudut pandang, maksudnya adalah tidak hanya mengelola masalah melalui pola pikir yang sama. Proses kognitif (berpikir dan bertindak) megacu pada latar belakang, usia, pengalaman, cara pandang dan pola pikir seseorang dalam menghadapi masalah.

    Intinya adalah kreatif dalam mengelola sumber stressor dan mencari sisi positif suatu masalah, bisa membalikkan keadaan dari menyedihkan menjadi menyenangkan. Bisa juga membantu mengubah setiap rintangan menjadi tantangan.

    Dengan kreatif setiap kali menghadapi masalah seseorang akan mampu meraih hidup yang berkualitas.

    Pengenalan anak-anak dengan stressor harus dimulai sejak dini. Mereka perlu merasakan bagaimana itu rasa kecewa, putus asa, atau krisis. Stressor mutlak diperlukan dalam membangun dan memperkuat benteng pertahanan jiwa.

    Dengan jiwa yang kokoh, seseorang tak akan mudah terguncang atau yang lebih parah lagi menjadi sakit jiwa. Makin kokoh ketahanan jiwa yang terbentuk semasa kecil, makin sehat jiwanya di kemudian hari

    Macam-macam Stressor

    Ada empat macam stressor, yaitu : tekanan, konflik, frustasi dan krisis. Tak semua orang bisa tahan terhadap stresor. Mereka yang dididik dengan benar dan lengkap melalui latihan menghadapi stressor, umumnya akan lebih tahan dalam menghadapi stres sepanjang hidupnya. Orang yang diberondong stressor belum tentu mudah terkena stres. Stres terjadi bila jiwa gagal beradaptasi dengan kondisi dibawah tekanan.

    Di sekolah-sekolah elite negara maju, para siswa diberi agenda tersendiri dengan wisata outbound di alam terbuka (rata-rata siswa tersebut hidup berkecukupan, apapun tersedia, pingin sesuatu langsung dikasih - mereka hampir tidak pernah memiliki stressor). Wisata outbound tersebut memang mempunyai tujuan, misalnya saja saat acara camping di tengah hutan dengan membawa bekal seadanya. Kondisi itu memang sengaja dibuat sangat berbeda dengan keseharian mereka yang serba berkecukupan. Dalam outbound tersebut, stressor memang sengaja diciptakan untuk melatih pertahanan jiwa. Tekanan, krisis, ataupun konflik yang timbul saat outbound akan menjadi vaksin bagi jiwa.

    Saturday, October 17, 2009

    Autism dan Masa Depan

    Let me start by asking DO YOU HAVE A CHILD WITH AUTISM? I hope that you don't, I thought Autism speaks is suppose to help parents not put them down. Yup, mendiskusikan tentang autis dengan para orang tua tujuannya adalah untuk menemukan solusi yang tepat, bukan untuk membuat mereka semakin down, tidak menerima dan putus asa.

    Peningkatan penderita autis di Indonesia patut mendapatkan perhatian khusus dari semua elemen masyarakat. Data terakhir yang dirilis pada Expo Peduli Autisme 2008 lalu mengatakan, jumlah penderita autis di Indonesia di tahun 2004 tercatat sebanyak 475 ribu penderita dan sekarang diperkirakan setiap 1 dari 150 anak yang lahir, menderita autisme.

    Menurut Power (1989), karakteristik anak dengan autisme adalah adanya 6 gangguan dalam bidang interaksi sosial, komunikasi (bahasa dan bicara), perilaku serta emosi dan pola bermain, gangguan sensoris, dan perkembangan terlambat atau tidak normal. Gejala ini mulai tampak sejak lahir atau saat masih kecil, biasanya sebelum anak berusia 3 tahun.

    Secara lebih jelas dapat dituliskan sifat-sifat yang kerap ditemukan pada anak autis. Diantaranya adalah sulit bergabung dengan anak-anak yang lain, tertawa atau cekikikan tidak pada tempatnya, menghindari kontak mata atau hanya sedikit melakukan kontak mata, menunjukkan ketidakpekaan terhadap nyeri, lebih senang menyendiri, menarik diri dari pergaulan, tidka membentuk hubungan pribadi yang terbuka, memutar benda, terpaku pada benda tertentu, sangat tergantung kepada benda yang sudah dikenalnya dengan baik, memiliki fisik terlalu aktif atau sama sekali kurang aktif, dan sebagainya.

    Secara khusus, autisme bisa diketahui jika ditemukan 6 atau lebih dari 12 gejala yang mengacu pada 3 bidang utama gangguan, yaitu Interaksi Sosial, Komunikasi, serta Perilaku.

    Referensi baku yang digunakan secara umum dalam mengenali jenis-jenis gangguan perkembangan pada anak penderita autis, yang termasuk dalam ICD (International Classification of Diseases) revisi ke-10 tahun 1993, dan DSM (Diagnostic And Statistical Manual) Revisi IV tahun 1994 yang kedua isinya sama.

    Ketua Yayasan Autisme Indonesia (YAI) dr. Melly Budhiman mengatakan, di antara penyebabnya adalah faktor gaya hidup, polusi udara, narkotika, makanan yang tercemar limbah, misalnya ikan laut, dan sayuran yang masih mengandung pestisida.

    Hasil penelitian terbaru menitikberatkan pada kelainan biologis dan neurologis di otak, termasuk ketidakseimbangan biokimia, faktor genetik dan gangguan kekebalan.

    Meski memiliki gangguan dalam perkembangan otak serta pergaulan, bukan berarti penderita Autis mutlak tidak memiliki masa depan. Kesempatan untuk sembuh total dan memperoleh pendidikan yang sama, selalu dimiliki oleh penderita autis.Namun semua itu memerlukan suatu usaha keras, proses yang panjang, serta kepedulian dari keluarga maupun orang-orang disekitarnya.

    Berikut beberapa sekolah yang menerima siswa autis di Jakarta dan Bogor :

    1. SDN Bendungan Hilir Pagi, Jakarta Pusat
    2. SDN Johar Baru 29 Pagi, Jakarta Pusat
    3. SDN Cempaka Putih Barat 16 Pagi, Jakarta Pusat
    4. SDN Pluit 06 Petang, Jakarta Utara
    5. Sekolah Al Fath, Jakarta Timur
    6. Sekolah Cikal, Jakarta Selatan
    7. High Scope, Jakarta Selatan
    8. Sekolah Mutiara Indonesia, Jakarta Selatan
    9. Sekolah Global Jaya, Bintaro, Tangerang
    10. SD Madania Parung, Bogor

    Di beberapa daerah lain memang sudah ada sekolah umum yang membuka kelas untuk anak berkebutuhan khusus, semacam autism ini. Semoga kedepannya semakin banyak sekolah-sekolah yang mau menerima anak-anak autism dan sejenisnya.

    Saturday, October 10, 2009

    Tips Mencegah Terserang Flu Burung

    Tips Mencegah Terserang Flu Burung. Flu burung atau virus H5N1 sekarang telah mencapai Indonesia hingga Skotlandia dan di enam negara di Afrika. Jadi siapa saja yang bepergian di Bumi Belahan Timur harus mempertimbangkan risiko terserang flu burung. Dengan migrasi burung, cepat atau lambat diperkirakan akan mencapai Amerika Utara musim gugur ini. Namun, masih ada keraguan apakah akan mencapai Amerika Tengah dan Selatan atau tidak.

    Meskipun pemerintah Indonesia telah banyak menyebarkan informasi mengenai pencegahan flu burung "Tanggap Flu Burung". Anda sebaiknya juga membaca dan mempelajari beberapa tips berikut ini:

    - Waspadai pasar dimana terdapat ayam, itik, angsa dan babi yang dijual hidup.
    - Waspadai pasar dimana terdapat ayam, itik, angsa dan babi yang dijual. Jangan membeli ayam, bebek, angsa atau babi mentah, bahkan dari supermarket sekalipun.
    - Hindari bermukim di tempat yang dekat peternakan ayam, itik, angsa dan babi.
    - Di negara-negara miskin, ayam berkeliaran dengan bebas di sekitar desa-desa untuk mencari makanan. Coba untuk menjauh dari mereka sejauh mungkin.
    - Yang hobi sabung ayam berhati-hatilah, darah ayam yang terkena taji bias mengenai Anda
    - Hindari kebun binatang, hindari pameran burung. Jaga jarak dari setiap bebek, angsa dll
    - Jika Anda tracking melalui hutan, hindari burung liar dan kotoran mereka.
    - Jangan makan daging mentah atau daging ayam merah. Pastikan sudah dimasak dengan matang

    Bukan bermaksud mengajarkan untuk paranoid terhadap hewan-hewan di atas. Menghindari kontak langsung tentu saja sangat sulit, menurutku sih kita waspada sajalah.

    Kalau mau informasi lebih lengkapnya silahkan kunjungi artikel aslinya di How to Avoid Catching Bird Flu


    Wednesday, October 7, 2009

    Kaki Amputasi, Bukan Akhir Hidup

    Wise Man said,'Pengalaman adalah guru terbaik'. Tentu saja ini bukan senbarang kata bijak, karena hal ini benar-benar dialami oleh I Ketut Sudarmada. Sosok laki-laki asal Bali harus merelakan kakinya diamputasi akibat kecelakaan lalu lintas di tahun 1984.

    Pria berumur 46 tahun ini menggunakan kaki palsu untuk membantu mobilitasnya. Kemudian ia membelinya di Solo. Namun belakangan ia mulai merasa tidak nyaman dengan kaki palsunya, sehingga ia mulai mencoba untuk memodifikasi agar bentuknya sesuai dengan kakinya.

    Kaki Amputasi, Bukan Akhir Hidup. Sudarmada perlahan menyadari bahwa ia punya kemampuan merakit kaki palsu. “Saya juga diminta membuatkan kaki palsu oleh orangorang sekitar saya,” ujarnya. Pria asal Pulau Dewata ini akhirnya terjun menjadi pembuat kaki palsu sejak tahun 2000 silam.

    Menurutnya, membuat kaki palsu perlu feeling karena setiap pasien mempunyai anatomi tubuh berbeda. Tiap pasien juga punya kebiasaan berjalan yang berbeda. Sebagai pembuat kaki palsu, Sudarmada pernah menerima penghargaan dari Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, tiga tahun silam.

    Adakah Sekolah Khusus Pembuat Kaki Palsu?

    Sebagian besar pembuat kaki palsu di Indonesia seperti halnya Sudarmada, belajar secara otodidak. Mereka tidak memiliki latar belakang pendidikan formal yang memadai.

    Padahal sebenarnya ada lembaga pendidikan formal yang memang secara khusus mengajarkan hal ini. Di Indonesia, setidaknya ada dua tempat pendidikan pembuatan kaki palsu, yakni Politeknik Kesehatan Surakarta, dan Politeknik Kesehatan Jakarta. Ilmu pembuatan kaki palsu disebut Orthotis Prosthetist, atau biasa disingkat OP.

    Prosthetist adalah sebutan untuk ahli pembuatan alat bantu pengganti anggota gerak tubuh yang hilang akibat amputasi maupun cacat bawaan. Sedangkan istilah orthostist mengacu ke ahli pembuat alat bantu, tapi bukan karena amputasi melainkan karena layuh semisal polio, dan lainnya.

    Nur Rachmat yang juga lulusan Politeknik Kesehatan Surakarta pada 2004 ini menilai lulusan sekolah OP memiliki kelebihan berupa pengetahuan medis, seperti anatomi tubuh manusia. Peraih beasiswa dari Pakistan Institute of Prosthetic and Orthotic Sciences itu mengingatkan, pengetahuan anatomi tubuh itu sangat perlu bagi pembuat kaki palsu.

    Pria berusia 26 tahun ini mengungkap, orang yang kehilangan anggota tubuhnya memang tidak punya pilihan selain menggunakan alat bantu untuk membantunya hidup mandiri. Nur, panggilan akrabnya, bercerita, dirinya telah menekuni profesi sebagai pembuat kaki palsu sejak Januari 2006 lalu.

    Profesi ini bisa dibilang warisan bagi Nur. Sang ayah juga merupakan ahli pembuat kaki palsu di RS Ortopedi dr. Soeharso, Surakarta. “Sejak SD saya sudah sering membantu ayah membuat kaki palsu,” ujar Nur.

    Pembuatan kaki palsu dimulai dengan kegiatan pengukuran. Pada tahap ini, kaki palsu juga dicocokkan dengan anatomi tubuh si calon pemilik kaki palsu. Proses berikutnya adalah finishing, sesuai dengan pesanan.

    Sering kali diperlukan kerja sama antara profesi Ortotik Prostetik dengan profesi Okupasi Terapis. Dalam kasus-kasus amputasi, seringkali terjadi hipersensitifitas pada bekas luka. Agar si penderita bisa nyaman menggunakan kaki palsu maka hipersensitif tersebut harus disembuhkan, disitulah letak peran Okupasi terapis.

    Selain itu, apabila setelah memakai kaki palsu pasien belum mampu untuk melakukan aktivitasnya secara mandiri maka okupasi terapi diperlukan lagi untuk melatihnya.

    Nur yang masih berusia muda, mengaku motivasinya menekuni usaha pembuatan kaki palsu semata-mata menolong orang lain. “Pekerjaan ini membuat hidup saya lebih berguna dan berarti,” tuturnya.

    Nur bercerita,'pernah ada seorang nenek yang langsung berlari memeluknya saat selesai mengenakan kaki palsu buatannya, padahal di waktu-waktu sebelumnya ketika datang, nenek itu terlihat mengalami depresi karena kakinya diamputasi,”

    Kehilangan satu atau dua kaki pasti sangat menyesakkan, sebuah pukulan yang bisa dibilang teramat berat. Namun itu bukanlah akhir dari hidup Anda. Dengan menggunakan kaki palsu pun Anda tetap bisa melanjutkan hidup secara mandiri, tanpa harus merepotkan orang lain.

    Informasi lebih lengkap silahkan kunjungi website Mas Nur Rachmad di www.kuspito.com

    Tuesday, September 15, 2009

    Mengenal Istilah Down Syndrome

    Mengenal Istilah Down Syndrome. Istilah Down Sindrome pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Down sindrom merupakan suatu kondisi keterbelakangan perkembangan anak baik fisik maupun mental yang diakibatkan karena abnormalitas perkembangan kromosom. Sepasang kromosom mengalami kegagalan untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan yakni terbentuknya kromosom 21 (trisomy 21).

    Dahulu penyakit ini diberi nama Mongoloid karena penderita penyakit ini mempunyai gejala klinik yang khas, yaitu wajahnya mirip bangsa Mongol.

    Pada tahun 1970an para ahli dari Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut, dikarenakan pemerintah Mongol keberatan dengan istilah ini dan mengajukan keberatan ke Badan Kesehatan Dunia (WHO). Merujuk penemu pertama kali syndrome ini, Yaitu Dr. Down maka hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah Down Stndrome atau Sindroma Down.

    Dwi Wahyuningrum, seorang Okupasi Terapis dari RS Grhasia, Pakem, Sleman, Yogyakarta menjelaskan dalam blongya, ' Deteksi Dini Down Syndrome'. Gejala atau tanda-tanda yang muncul akibat Down syndrome dapat bervariasi mulai dari yang tidak tampak sama sekali, tampak minimal sampai muncul tanda yang khas.

    Penderita dengan tanda khas sangat mudah dikenali dengan adanya penampilan fisik yang menonjol berupa bentuk kepala yang relatif kecil dari normal (microchephaly) dengan bagian anteroposterior kepala mendatar.

    Pada bagian wajah biasanya tampak sela hidung yang datar, mulut yang mengecil dan lidah yang menonjol keluar (macroglossia). Seringkali mata menjadi sipit dengan sudut bagian tengah membentuk lipatan (epicanthal folds).

    Tanda klinis pada bagian tubuh lainnya berupa tangan yang pendek termasuk ruas jari-jarinya serta jarak antara jari pertama dan kedua baik pada tangan maupun kaki melebar.Sementara itu lapisan kulit biasanya tampak keriput (dermatoglyphics).

    Kelainan kromosom ini juga bisa menyebabkan gangguan atau bahkan kerusakan pada sistim organ yang lain.

    Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang maka sering juga dikenal dengan Mongoloid.

    Pada bayi baru lahir kelainan dapat berupa Congenital Heart Disease. kelainan ini yang biasanya berakibat fatal di mana bayi dapat meninggal dengan cepat.

    Pada sistim pencernaan dapat ditemui kelainan berupa sumbatan pada esophagus (esophageal atresia) atau duodenum (duodenal atresia).Apabila anak sudah mengalami sumbatan pada organ-organ tersebut biasanya akan diikuti muntah-muntah.

    Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. Terlebih lagi ibu hamil yang pernah mempunyai anak dengan Down syndrome atau mereka yang hamil di atas usia 40 tahun harus dengan hati-hati memantau perkembangan janinnya karena mereka memiliki resiko melahirkan anak dengan Down syndrome lebih tinggi.


    Pentol Kramat Peduli Anak Berkebutuhan Khusus